AGAMA ISLAM & MENGAPA ORANG
BERAGAMA ISLAM
OLEH:
- NAMA : AHMAD GOZALI
- NIM : 160107019
A. Islam Sebagai Agama Dan Pandangan Hidup
Islam akan di lihat dari dua sudut pengertian Pertama makna kata
(etimologi). Kedua dari kata islam sebagai agama Allah (addin). Melalu kedua
pendekatan ini di harapkan akan lebih mempermudah pemahaman terhadap hubungan
antara islam sebagai agama, sebagai system nilai, dan juga sebagai sebuah
pandangan hidup.
Secara etimologi, Islam memiliki sejumlah derivasi (kata turunan):
1. Aslama,
yang berarti menyerahkan diri, taat, tunduk, dan patuh sepenuhnya.
2. Salima, berarti selamat, sejahtera,
sentosa, bersih dan bebas, dari cacat/ cela.
3. Salam, berarti damai, aman dan tentram.
4. Sullam, yang artinya tangga .
Berdasarka pengertian etimologis ini, maka secara garis besarnya islam mengandung
makna penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah yang di buktikan dengan sikap
taat, tunduk, dan patuh kepada ketentuan-Nya , guna terwujudnya suatu kehidupan
yang selamat, sejahtera, sentosa, bersih dan bebas dari cacat/cela dalam
kondisi damai, aman, dan tentram , serta berkualitas, sebagai gambaran umum
dari kehidupan yang islami.
Menurut Meredith Mc.Guire, system nilai yang
berdasarkan agama dapat member individu dan masyarakat perangkat system nilai
dalam bentuk pengabsahan dan pembenaran dalam mengatur sikap individu dan
masyarakat . Agama Islam adalah agama yang fitrah. Nilai – nilai ajarannya
sejalan dengan fitrah manusia dan hakikat penciptaan manusian itu sendiri.
Menurut Murtadha Muthahhar, fitrah berkaitan dengan keadaan manusia. Maknanya
ialah, bahwa sesungguhnya manusia di lahirkan dengan membawa watak dan karakter
yang siap menerima agama (Murtadha
Mutahahhari, 1998:9-10). Dengan demikian ketundukan dalam bentuk penyerahan
diri kepada Sang Maha Pencipta adalah potensi dari fitrah itu sendiri. Nilai –
nilai ajaran islam pada dasarnya berintikan tuntunan dan pedoman hidup bagi
Muslim, baik sebagai invidu, keluarga, masyarakat, maupun umat. Tujuan utamanya
membimbing hingga terbentuknya ahlak yang mulia. Dalam perjuangannya menuju
kehidupan yang lebih sempurna. Manusia memerlukan nilai-nilai luhur yang akan
di anutnya sebagai pandangan hidup. Nilai- nilai luhur adalah tolak ukur yang
berkenaan dengan hal- hal yang bersifat
mendasar dan abadi dalam kehidupan manusia, seperti cita- cita dan tujuan yang
hendak di capainya dalam kehidupan ini.
Prof. DR.H. Jalaluddin, Filsafat Agama
Islam
B.
Sejarah
Agama Dan Keagamaan
Membicarakan Agama tidak hanya terbatas ruang lingkupnya pada koredor
metafisika belaka. Bagi semua bangsa, bentuk- bentuk, berbagai macam wahana,
dan segala arah serata ritus- ritus penyembahan di liputi oleh sebuah pancaran
kesungguhan moral yang mendalam. Dalam beberapa agama dan kelompok- kelompok
keagamaan tertentu, dukungan intelektual sering kali tampil sebagai legitimasi
ajaran agama tersebut, akan tetapi tidak jarang kecenderungan emosional atau
fanatisme agama menjadi ilham yang memotifasi pengikut agama atau kelompok
tertentu dalam menjalankan keyakinan keagamaannya. Terdapat beberapa hipotesis
yang pernah berkembang sehubungan dengan sejarah pertumbuhan agama- agama di
antaranya :
Ø
Agama merupakan produk dri rasa takut seseorang,
dan keinginan untuk hidup tenang, aman serta damai di tengah- tengah
masyarakat.
Ø
Agama adalah produk kebodohan.
Ø
Agama tercipta karena manusia mendambakan
keadilan dan keteraturan.
Ø
Hipotesis kaum marxis, bahwa agama di wujudkan
agar kelas penindas agar tetap mempertahankan privilselny, posisi dan
kekuasaannya di kalangan kaum tertindas proletar.
KESIMPULAN: Agama adalah aturan dan agama
awalnya lahir dari sebuah budaya yg bisa
mengontrol manusia menuju tatanan yang lebih beradab.
Kamarudin Zaelani.
“satu agama baanyak Tuhan"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar