Jumat, 07 Oktober 2016

AGAMA ISLAM & MENGAPA ORANG BERAGAMA ISLAM
OLEH:
  •     NAMA : AHMAD GOZALI
  •        NIM      : 160107019


A.  Islam Sebagai Agama Dan Pandangan Hidup
Islam akan di lihat dari dua sudut pengertian Pertama makna kata (etimologi). Kedua dari kata islam sebagai agama Allah (addin). Melalu kedua pendekatan ini di harapkan akan lebih mempermudah pemahaman terhadap hubungan antara islam sebagai agama, sebagai system nilai, dan juga sebagai sebuah pandangan hidup.
Secara etimologi, Islam memiliki sejumlah derivasi (kata turunan):
1.     Aslama, yang berarti menyerahkan diri, taat, tunduk, dan patuh sepenuhnya.
2.     Salima, berarti selamat, sejahtera, sentosa, bersih dan bebas, dari cacat/ cela.
3.     Salam, berarti damai, aman dan tentram.
4.     Sullam, yang artinya tangga .
Berdasarka pengertian etimologis ini,  maka secara garis besarnya islam mengandung makna penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah yang di buktikan dengan sikap taat, tunduk, dan patuh kepada ketentuan-Nya , guna terwujudnya suatu kehidupan yang selamat, sejahtera, sentosa, bersih dan bebas dari cacat/cela dalam kondisi damai, aman, dan tentram , serta berkualitas, sebagai gambaran umum dari kehidupan yang islami.
Menurut Meredith Mc.Guire, system nilai yang berdasarkan agama dapat member individu dan masyarakat perangkat system nilai dalam bentuk pengabsahan dan pembenaran dalam mengatur sikap individu dan masyarakat . Agama Islam adalah agama yang fitrah. Nilai – nilai ajarannya sejalan dengan fitrah manusia dan hakikat penciptaan manusian itu sendiri. Menurut Murtadha Muthahhar, fitrah berkaitan dengan keadaan manusia. Maknanya ialah, bahwa sesungguhnya manusia di lahirkan dengan membawa watak dan karakter yang siap menerima agama (Murtadha Mutahahhari, 1998:9-10). Dengan demikian ketundukan dalam bentuk penyerahan diri kepada Sang Maha Pencipta adalah potensi dari fitrah itu sendiri. Nilai – nilai ajaran islam pada dasarnya berintikan tuntunan dan pedoman hidup bagi Muslim, baik sebagai invidu, keluarga, masyarakat, maupun umat. Tujuan utamanya membimbing hingga terbentuknya ahlak yang mulia. Dalam perjuangannya menuju kehidupan yang lebih sempurna. Manusia memerlukan nilai-nilai luhur yang akan di anutnya sebagai pandangan hidup. Nilai- nilai luhur adalah tolak ukur yang berkenaan dengan hal- hal  yang bersifat mendasar dan abadi dalam kehidupan manusia, seperti cita- cita dan tujuan yang hendak di capainya dalam kehidupan ini.


Prof. DR.H. Jalaluddin, Filsafat Agama Islam

                  
B.           Sejarah Agama Dan Keagamaan
Membicarakan Agama tidak hanya terbatas ruang lingkupnya pada koredor metafisika belaka. Bagi semua bangsa, bentuk- bentuk, berbagai macam wahana, dan segala arah serata ritus- ritus penyembahan di liputi oleh sebuah pancaran kesungguhan moral yang mendalam. Dalam beberapa agama dan kelompok- kelompok keagamaan tertentu, dukungan intelektual sering kali tampil sebagai legitimasi ajaran agama tersebut, akan tetapi tidak jarang kecenderungan emosional atau fanatisme agama menjadi ilham yang memotifasi pengikut agama atau kelompok tertentu dalam menjalankan keyakinan keagamaannya. Terdapat beberapa hipotesis yang pernah berkembang sehubungan dengan sejarah pertumbuhan agama- agama di antaranya :
Ø Agama merupakan produk dri rasa takut seseorang, dan keinginan untuk hidup tenang, aman serta damai di tengah- tengah masyarakat.
Ø Agama adalah produk kebodohan.
Ø Agama tercipta karena manusia mendambakan keadilan dan keteraturan.
Ø Hipotesis kaum marxis, bahwa agama di wujudkan agar kelas penindas agar tetap mempertahankan privilselny, posisi dan kekuasaannya di kalangan kaum tertindas proletar.

KESIMPULAN: Agama adalah aturan dan agama awalnya lahir dari sebuah  budaya yg bisa mengontrol manusia menuju tatanan yang lebih beradab.
                                                            Kamarudin Zaelani. “satu agama baanyak Tuhan"